![]() |
| Ditengah maraknya generate gambar AI, gw pake foto asli donggg. lapak jus depan Indomaret deket Hotel G-Syariah |
Dibanding kawan-kawanku yang lain, aku bukan tipikal orang yang suka mengomentari makanan sedetail-detailnya. Aku pencetus keputusan rasa secara ekstrim, misal aku bilang enak ya enak, kalau enggak ya enggak sama sekali. Bukan tipikal yang bilang gak enak tapi tetap makan., soalnya ada kawanku yang begitu.
Meski aku bukan tipikal komentator makanan, tapi kalau aku sudah request suatu jenis makanan / minuman disajikan secara sajian tertentu, tidak bisa ditawar lagi. Misal tumis tahu / tumis kangkung, pasti ketika aku konsumsi akan aku pisahkan antara tahu / kangkung nya dengan segala jenis rempah2 disana, misal bawang putih, bawang merah, cabe, atau bahkan togenya. Aku suka secara penyajian dan tampilannya, tapi tidak untuk ku konsumsi semua dan dicampur adukkan, sumpah aku benci banget.
Begitupun dengan alpukat. Aku gak selera minum jus alpukat yang sangat halus ketika diminum. Rasanya kayak minum aer biasa cuma ada rasa alpukat (lah ya emang..) Tapi tetep ga masuk di otak aku. Kalau jus itu ada baiknya ada residu atau remahan-remahannya agar menjadi pembeda dengan minuman berwarna yang instan hanya dari sachet misal j*sjus, p*p ice, nutris*ri dsb. Makanya, ketika aku hendak beli dan memesan jus alpukat, pasti aku request untuk gak terlalu halus alpukatnya, jadi masih bertekstur alpukat utuh, hanya diblender sebentar untuk mendapat sensasi buliran potongan kecil kecilnya.
Aku pemerhati, pengamat, juga ekstrovert akut. Aku akan bela-belain tempuh jarak yang jauh, mencari-cari alasan agar ke arah jalan yang aku mau. Misal, aku punya pedagang jus langganan (ku sebut langganan karena aku merasa dihargai, dia tahu yang aku mau dan kedua kali datang sudah ingat request-an ku seperti apa) di daerah Kedaton, dan di suatu hari aku lagi pengen banget jus alpukat kasar. Ya misal walaupun aku sedang di Teluk / Panjang / Metro sekalipun, aku akan mencari cara dan mencari alasan agar aku lewat kedaton dan ada urusan lain selain beli jus. Seenggaknya gak cuma karena beli jus aja gitu, jadi perjalananku tidak mubazir. Sayang langganan saya itu sudah ndak dagang lagi, entah pindah tempat, atau memutuskan berhenti dari berdagang jus. Dari situ, saya cari tempat lain lagi dong. Berburu di berbagai tempat dalam rentang waktu tertentu, hanya untuk mendapatkan chemistry antara “Pedagang dan Pembeli” yang klop seperti di Kedaton.
Tidak semudah itu bertemu tempat yang cocok. Ada yang cuek penjual/pedagangnya dan seperti muka keheranan hingga ngotot ketika saya bilang jangan alus alus amat alpukatnya dan memintanya jangan diblender lama lama, dia berucap ngotot dengan dalih, “ini masih terlalu kasar mbak gak bisa disedot.” Dari beberapa pedagang jus, bisa saya simpulkan yang gak bisa ngerti inginnya saya itu semuanya dari pedagang jus yang laki laki; entah bapak-bapak, anak muda, atau mas-mas. Dan buat para mbak-mbak dan ibu-ibu diluar sana, terimakasih, I love you full, karena kalian kalian bisa memahamimu dan menyajikan jus alpukat sesuai seleraku :) Jus alpukat kasar xixi. Buat para kaum laki-laki belajarlah mengerti wanita mulai dari hal remeh temeh beginiiiii aja.. ga ribet kooo (wkwk ketawa sinis). Ini mungkin hal sepele bagi kalian kaum laki-laki, tapi percayalah kalau kamu hal hal detail dan kecil seperti ini diperhatikan, wanita akan merasa beruntung bisa kenal dengan kalian.
Tidak hanya dalam menikmati segelas jus saja, menikmati buah-buahan juga aku agak lain dengan rata-rata manusia normal pada umumnya. Entah aku yang terlalu picky dalam menikmati sesuatu, atau memang ini adalah salah satu keunikanku sebagai manusia haha. Misal buah jeruk nih. Kalau orang lain kan dinikmatinya dengan cara kupas kulit jeruknya, lalu yaudah dimakan gitu kan bahkan se-biji-bijinya. Lah aku? Aku kupas kulit luarnya, lalu aku kupas juga kulit ari-nya 1/1! Tidak cukup sampai disitu, aku preteli aku buang bijinya, sampai tersisa dalamnya saja, baru aku makan haha. Kalau lagi agak rajin malah aku susun dulu hasil finishing jerukku dengan ditaruh melingkar seperti beberapa udang yang jadi roda haha.
Hahaha sebagai picky eater, sebenarnya banyak, ada beberapa hal lainnya, Tapi segitu dulu. Ini keunikanku, apa keunikanmu? What’s your high-maintenance food/drink? :)

0 Komentar